|
Tadi malam pikiranku kacau, konsentrasiku terpecah saat aku membaca bukunya Kahlil Gibran yang berjudul "jalan menuju Cinta". Melihat ulah saudara-saudaraku yang bikin agak ngga' nyaman dirumah. adhekku yang bernama Arma, marah besar..semua yang ada didepan matanya dibanting, aku berusaha untuk menenangkan dia, tapi tendangan keras menuju ke pahaku. (aduh.....) ayahku masih ada di Masjid, Bundaku berusaha menghindari ulah dia, ditambah lagi ulah Masku, yang menambah kacau keadaan. Masku juga marah dan emosional, karena dia meminta sesuatu pada diriku yang tak kusanggupi. Lemari yang ada didepannya pun dipukulnya keras2, Masku ga berusaha mengerti keadaan, dia cman menambah kegaduhan yang ada. Seharusnya dia ngerti dong, klo dia itu adalah seorang kakak yang hrus bisa ngemong adhek-adheknya bukan marah kaya gtuw. Aku dan saudara bungsuku Aji, cman terdiam membisu, akhirnya kubawa aji ke kamarku... aku ga nyaman dengan keadaan seperti ini setiap hari, kalo aku tinggalkan rumah, sapa ntar yang mo mbantu bundaku. Aku kasihan melihat bundaku, bebannya bertambah saat bundaku terpilih menjadi kepala sekolah yang baru diskolahnya, belum lagi posisinya yang sebagai ibu Rumah tangga yang bikin hari-harinya tak ada waktu buat istirahat. belum lagi masalah mbakku yang semakin rumit, andai aja mbakku baca blogku ini, tolong Mbak pulang...kamu ga' kasian ma kami ya? |
| Dina August 24, 2007 04:15 PM PDT yang tabah lah mas...setiap jalan hidup itu pasti seperti itu, blajar tabah ma istiqomah ya.. :) | ||
| Leave a Comment: |